Seputar Peradilan

PENGADILAN AGAMA SUWAWA MENGIKUTI PEMBINAAN SEKDIRJEN MARI DI PTA GORONTALO

 0508 sekdirjen

Suwawa | pa-suwawa.go.id

Gorontalo, 05 Agustus 2024. Pengadilan Agama Suwawa yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris mengikuti Pembinaan yang disampaikan Oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (Sekdirjen MA), Bapak Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. Di Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo dengan materi “ Strategi Pembangunan ZI (Zona Integritas)”

Sekdirjen Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo beserta Ketua Pengadilan Agama beserta jajarannya yang tetap bersemangat menerapkan Pembangunan ZI di lingkungan kerja untuk membawa Peradilan Agama menjadi Peradilan Agama yang excellent.

Setelah itu Beliau mulai menjelaskanstrategi pembangunan ZI.  Menurut Beliaupoin penting dalam pembangunan ZIunit kerja menuju WBK/WBBM adalahBangun Integritas terlebih dahulu, kemudian berupaya meraih predikat WBK/WBBM. Apa itu integritas? Integritas adalah miliknya orang yang berani keluar dari Zona nyaman, yang dalam setiap aktifitasnya selalu menyertakan Allah SWT. Jika sudah berhasil membangun integritas maka tidak ada lagi keluhan stakeholders, suasana kantor menjadi kondusif, terjadi perubahan sikap dan budaya kerja”. Tak lupa juga Beliau menyampaikan lima langkah strategi percepatan pembangunan ZI, diantaranya adalah Komitmen Pimpinan, kemudahan dalam pelayanan, program yang menyentuh masyarakat, monitoring dan evaluasi serta manajemen media.

Di kutip dari pesan Dirjen Badilag Bapak Drs. H. Muchlis, S.H.,M.H., bahwa “Prinsipnya, sebagian  besar masyarakat yang berurusan di Pengadilan Agama membawa persoalan masing-masing. Maka sudah sepantasnya mereka mendapatkan layanan dan tempat yang nyaman. Paling tidak Pengadilan Agama sudah meringankan persoalan mereka”

Diakhir Materi Sekdirjen meminta apa yang telah di paparkan tadi agar dibaca dan dipelajari. "Ini tugas kita bersama untuk memperbaiki Republik ini menjadi lebih baik, peradilan yang agung dan peradilan yang cepat dan moderen ini bisa terwujud. Jika anda bekerja sendiri hasilnya biasa, maka bersinergilah dengan kekuatan lain, pasti hasilnya luar biasa. Sesungguhnya musuh terbesar bukan lawan tanding, tetapi diri sendiri. Tidak berhenti saat anda lelah, berhentilah saat anda selesai"  pungkasnya.